Madyapadma, sekali lagi kata yang
tidak asing di telinga saya. Madyapadma adalah sebuah taman jurnalistik dimana
semua hal positif dapat masuk ke dalamnya asal kita semua mau ikut belajar
bersama di dalamnya. Layaknya sebuah taman, Madyapadma memiliki banyak kegiatan
di dalamnya.
Ketika
saya berMadyapadma, banyak hal saya peroleh dari taman jurnalistik ini. Madyapadma
membuka mata saya bahwa menghabiskan waktu dengan kegiatan positif itu jauh
lebih baik dari cuma datang ke sekolah hanya belajar, buru-buru pulang setelah
bel berbunyi dan tidur nyenyak sampai di rumah. Hal seperti itu tidak dilarang
karena semuanya adalah pilihan. Namun jika berMadyapadma saya yakin kita semua
akan memiliki skill yang nantinya bisa kamu gunakan di kehidupn ke depan.
Sebenarnya
saya mengikuti Madyapadma tanpa sengaja berkat ajakan teman-teman. Namun
sebelumnya sih sudah jatuh cinta ketika diputarkan video saat MOS. Membuat
film/video adalah sesuatu yang sebelumnya tak terbayang dipikiran saya. Namun,
6 bulan setelah saya tercatat sebagai anggota Madyapadma saya menjalani
hari-hari dengan bermalas-malasan di rumah dan hal-hal di atas tadi. Namun
ketika saya menjadi panitia di sebuah acara sekolah, seorang kakak kelas
menyadarkan saya bahwa berMadyapadma itu menyenangkan. Ketika itu di sela-sela
kegiatan saat hujan turun saya mendapatkan pencerahan betapa pentingnya serius
di Madyapadma dibandingkan serius di hal-hal lain di sekolah ini. Mulai sejak
itu saya betul-betul mulai berMadyapadma yang sesungguhnya.
Hal
yang pertama kali saya cicipi adalah membuat film. Membuat film? Mungkin yang
terlintas dipikiramu adalah membuat film layaknya sineas-sineas Hollywood
membuat film. Namun di Madyapadma tidak. Selain terbentur dana, pengertian kami
tentang film fiksi dirasa kurang. Kami masih belum tau bagaimana mengambil
gambar walking tanpa guncangan yang berlebihan. Alhasil film yang pertama bagi
saya tembus 10 besar dalam ajang INSOMNIA 2013. Walaupun hanya mendapatkan
beberapa nominasi itu sudah membuat pandangan akan berMadyapadma itu sangat
menyenangkan. Bagaimana tidak? Itu film pertama dan langsung lolos dan
berangkat ke luar kota. Wah ! pengalaman itu membuat saya semakin jatuh cinta
dengan Madyapadma.
Saya
semakin senang berMadyapadma. Bahkan saya tak tanggung-tanggung mengerjakan
sesuatu di Madyapadma. Membuat film, siaran Tv, bercanda dengan teman-teman dan
kakak-kakak kelas menjadikan saya lebih akrab berMadyapadma. Dan sebenarnya
ketika di Madyapadma saya jarang menulis, saya lebih jatuh cinta kepada bidang
audiovisual yang pertama kali menjadi daya tarik saya masuk Madyapadma. Ya saya
baru 1 tahun berMadyapadma. mungkin di tahun-tahun berikutnya saya akan
mendapat hal-hal yang tidak terpikirkan lainnya. Sampai ketemu di taman
Madyapadma.